Tak terasa, kita telah mencapai pertengahan bulan Ramadhan.
Bulan ini memang bulan paling istimewa diantara bulan-bulan yang lain bagi umat Islam. Bukan hanya penuh dengan agenda ibadah tapi penuh dengan agenda-agenda belanja, bahkan belanja seolah menjadi prioritas utama.
Lihatlah bagaimana para ibu menyiapkan hidangan berbuka puasa lebih istimewa dari hari biasa, mempersiapkan busana baru bagi keluarganya untuk menyambut lebaran, menyiapkan menu maskan khusus di hari lebaran, bahkan bagi para pendatang rela mengeluarkan kocek yang cukup banyak untuk biaya pulang kampung.
Hingar bingar sholat tarawih dan tadarus dari Masjid, tak sehingar bingar para manusia yang begitu resah memikirkan dan mempersiapkan hari H lebaran sesempurna mungkin. Sementara jumlah shaf jamaah shalat tarawih di masjid dan mushola makin menyusut, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan dan Mall makin membludak. Hal ini sangat terasa di setiap denyut kehidupan kaum muslim.
Kenapa kita selalu terjebak dengan rutinitas ini setiap tahun?, apakah kita tidak pernah mau merubah persepsi bahwa bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, bulan yang sangat baik untuk berlomba-lomba mengeruk pahala sebanyak-banyaknya, karena Allah SWT sedang memberikan diskon besar-besaran kepada kita?. Bulan pemutihan bagi dosa-dosa kita
Tapi kita lebih memilih beramai-ramai mengunjungi Pusat perbelanjaan, untuk mendapatkan diskon besar-besaran yang fana.
Sebagian besar kita telah memeilih sisi yang salah dari makna hakiki bulan Ramadhan.